Di- Disambung atau Dipisah?

Mumpung ini hari Senin, dan siapa tahu dikantor sudah banyak dokumen yang harus di kerjakan, pagi ini saya pengen discuss kecil soal penulisan “di-“

Sering kali saya melihat tulisan di social media yang kelihatan masih bingung ketika menuliskan di-. Apakah dipisahkan dengan kata di belakangnya (kata dasar) ataukah digabungkan?

Di yang dipisahkan atau digabungkan tergantung pada fungsinya. Apakah itu sebagai imbuhan atau sebagai kata depan. Bila imbuhan, maka digabung. Bila kata depan, maka dipisah.

Cara mudah untuk membedakannya adalah dengan mengubah “di” menjadi “me.” Lalu, rasakan apakah enak didengar atau nggak. Contohnya…

- Senin selalu membuat saya merasa diperkosa ramai-ramai oleh dokumen yang menumpuk di meja.

Kata “diperkosa” dapat diubah menjai “memerkosa” maka “di”-nya digabung. Sedangkan “di kantor” nggak akan bermakna kalau dijadikan “mekantor.” Maka, penulisannya dipisah.

Nah, untuk exercise sedikit, coba lihat paragraf pertama post ini. Adakah penulisan “di-” yang salah?

- The Toilet Post

About these ads

3 thoughts on “Di- Disambung atau Dipisah?

What do you think? Your comments are welcome...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s